Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket

Rabu, 01 Juni 2011

WhiteHole, Fenomena Misterius Alam Semesta (Mungkinkah ini Kebalikan dari BlackHole?) Read more: wisben.com on blogger: WhiteHole, Fenomena Misterius Alam Semesta (Mungkinkah ini Kebalikan dari BlackHole?)


Anda pernah mendengar black hole? Ia merupakan sebuah celah gelap di ruang angkasa yang menghisap seluruh benda yang ada di sekelilingnya dan melemparnya ke ruang ketiadaan. Kini sejumlah ilmuwan menyebutkan bahwa pernah ada bukti akan adanya lawan dari black hole.

Kebalikan dari black hole, white hole atau lubang putih tidak menghisap benda di sekeliling namun memuntahkan material yang berasal dari tempat antah berantah ke alam semesta kita.

Alam semesta kita sendiri merupakan tempat yang aneh, dan lubang hitam merupakan salah satu hal yang paling aneh yang hadir di dalamnya. Namun secara matematik, lubang hitam harusnya bisa dibalikkan, artinya, ada sesuatu yang memuntahkan material, tidak menghisapnya.

ilustrasi whitehole

Dikutip dari Dvice, lubang putih beroperasi dengan modus yang berbeda dengan lubang hitam. Mereka mendadak muncul untuk masa waktu yang singkat. Mereka kemudian melontarkan sejumlah material ke alam semesta lalu mereka sendiri runtuh, membentuk lubang hitam dan kemudian tidak pernah tampak lagi.

Perilaku lubang putih seperti ini sangat sulit untuk diamati. Namun peneliti yakin bahwa mereka telah menemukan salah satu di antaranya.

Pada tahun 2005 lalu, sebuah tembakan sinar gamma berhasil terekam namun ia tidak hadir bersama dengan supernova yang umumnya memicu hadirnya lontaran sinar gamma tersebut. Ada kemungkinan, ia hadir akibat runtuhnya sebuah lubang putih.

Yang menarik seputar lubang putih adalah pembentukan material mereka serupa dengan apa yang disebut Big Bang, atau yang disebut-sebut merupakan fenomena terbentuknya seluruh alam semesta. Ini membuat white hole disebut juga sebagal ‘Small Bangs’.

White hole tidak memiliki koordinat ruang dan waktu yang pasti dan tidak bisa dideteksi sama sekali. Mereka bisa secara mendadak muncul kapan saja, di mana saja dan melakukan aktivitas mereka sebelum kembali menghilang.

Sejauh ini, keberadaan white hole memang masih bersifat dugaan. Akan tetapi, black hole juga hanya merupakan dugaan sampai keberadaannya benar-benar diketahui pada beberapa dekade terakhir. Dan seperti yang diucapkan oleh fisikawan Murray Gell-Mann, apapun yang tidak dilarang adalah wajib. Artinya, setidaknya dari sudut pandang mekanikal kuantum, lubang putih pasti ada di salah satu sudut alam semesta.


Bumi Kita Berharga Rp 42 Juta Triliun


Bumi - SerbaMenarik.Com - 1
Ilmuwan menciptakan rumusan baru mengkalkulasi harga Bumi. Planet ketiga yang mengorbit di Matahari ini paling mahal di alam semesta dengan 3.000 triliun poundsterling (Rp 42 juta triliun). Astrofisikawan Greg Laughin menghitung harga suatu planet berdasarkan usia, ukuran, suhu, bobot dan statistik vital lainnya. Bumi dianggap sebagai planet termahal. Mars bernilai 10 ribu poundsterling (Rp140 juta) sedangkan Venus hanya berharga satu sen. Di alam semesta, setidaknya terdapat 1.235 planet meskipun sebagian besar tidak diberi label harga yang tinggi karena iklim ekstrim di sana.
“Saya hanya berpikir konsep planet seperti Bumi yang memiliki zona siap huni memiliki definisi nilai yang samar. Karenanya, saya ingin membuat pengukuran yang menunjukkan apakah planet itu cukup bernilai tinggi sebagai media kehidupan,” kata Laughlin seperti dikutip dari Daily Mail. Planet ekstrasurya Gilese 581 C yang dianggap sebagai planet paling mirip dengan Bumi berharga 100 poundsterling (Rp1,4 juta) sedangkan planet KOI 326,01 bernilai 150 ribu poundsterling (Rp2,1 miliar).
Semakin tua suatu objek di alam semesta, maka semakin bernilai karena memiliki kesempatan lebih berkembang dan bobot yang cukup. Selain itu, planet yang memiliki ukuran mirip Bumi dianggap bernilai karena berpotensi lebih tinggi untuk mendukung kehidupan. “Rumusan inti membantu Anda menyadari betapa berharga Bumi dan saya berharap ini membantu kita menjadi masyarakat yang mampu menjaga apa yang kita miliki,” kata Laughlin lagi.


Konyolnya Negeriku, Mampu Buat Pesawat Sendiri, Tapi Membeli ke Negara Lain


Semua turut berduka ketika Pesawat Merpati jatuh di dekat Bandara Kaimana, Papua Barat (7/5). Kejadian nahas tersebut menewaskan 27 orang penumpang termasuk pilot pesawat tersebut. Namun meninggalkan pertanyaan yang gatal minta dijawab. Ternyata Pesawat Merpati yang jatuh tersebut adalah Pesawat jenis Xian MA-60 produksi Xi’an Aircraft Industrial Corporation di bawah China Aviation Industry Corporation I (AVIC I). Pesawat produksi tahun 2010 ini bahkan baru 2 (dua) bulan dioperasikan oleh Merpati.
MA-60
Meskipun Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Herry Bhakti S Gumay dan Direktur Utama Merpati, Sardjono Johnny Tjitrokusumo menyatakan pesawat Merpati Nusantara Airlines MA 60 bernomor seri 2807 yang jatuh di Perairan Kaimana, Papua Barat pada Sabtu (7/5), laik mengudara. Mereka turut dibela oleh Menhub Freddy Numberi yang mengatakan keputusan pembelian pesawat MA-60 buatan China dilakukan setelah melakukan perbandingan persyaratan dengan produk sekelas, Foker buatan AS-Belanda dan CN 235 buatan PT Dirgantara Indonesia.
Itu dia! CN 235. Indonesia PUNYA pesawat sendiri koq membeli ke negara lain?
Padahal Merpati pernah menggunakan 15 unit CN-235 masa pertengahan 1980-an. Semua tahu pembelian pesawat terbang buatan Cina ini pernah ditentang Wakil Presiden Jusuf Kalla pada waktu itu karena MA-60 belum memiliki sertifikat kelaikan terbang yang diterbitkan oleh otoritas penerbangan FAA. Bandingkan dengan CN 235 yang memiliki sertifikasi eropa dan diakui FAA.
Mau tahu salah satu aturan FAA. Pabrikan harus memberi jaminan kualitas bahwa tiap produknya harus mampu “take-off”, terbang dan “landing” sebanyak 100.000 kali tanpa ada gerakan yang akumulasinya bisa membuat sebuah pesawat berubah konstruksinya dan membahayakan keselamatan.
CN-235
Sebagai gambaran pesawat buatan Rusia yang diadopsi MA-60 memiliki angka kecelakaan 7 kali, dalam sejuta penerbangan yang dilakukan. Sementara pesawat buatan barat, termasuk CN 235, memiliki angka kecelakaan 0,7 banding sejuta penerbangan. Ini berarti sepersepuluhnya.
Lihat pula yang dilakukan Boeing dalam peristiwa kecelakaan Adam Air di Majene 2008 silam. Boeing langsung memerintahkan pesawat sejenis diseluruh dunia dihentikan pengoperasiannya hingga ditemukannya penyebab. Tidak demikian halnya dengan MA 60, belasan Merpati MA-60 lainnya masih terus beroperasi.
Slogan CINTAILAH PRODUKSI DALAM NEGERI ternyata omong kosong belaka. Tambah konyol ketika kita tidak pernah percaya terhadap kemampuan negara sendiri bahkan untuk memberi peluangpun tidak. Cek negara tetangga Malaysia yang mewajibkan Pejabat Negara menggunakan mobil buatan dalam negeri mereka.
Padahal tak kurang dari 21 negara yang telah menggunakan CN 235 versi militer. CATAT! Negara lain mempercayai CN 235 untuk menjaga kedaulatan negara mereka. Mereka berikut ini :
  • Afrika Selatan: Angkatan Udara Afrika Selatan (1)
  • Amerika Serikat: Penjaga Pantai Amerika Serikat (8 HC-144)
  • Arab Emirat: Angkatan Laut Persatuan Emirat Arab
  • Arab Saudi: Angkatan Udara Arab Saudi
  • Botswana: Angkatan Udara Botswana
  • Brunei: Angkatan Udara Brunei (1)
  • Chile: Angkatan Darat Chile (4 CN-235-100)
  • Ekuador: Angkatan Udara Ekuador
  • Gabon: Angkatan Udara Gabon
  • Irlandia: Korp Udara Irlandia (2 CN235MP)
  • Kolumbia: Angkatan Udara Kolumbia
  • Korea Selatan: Angkatan Udara Korea Selatan (20)
  • Malaysia: Angkatan Udara Malaysia (8 CN235-220)
  • Maroko: Angkatan Udara Maroko (7)
  • Pakistan: Angkatan Udara Pakistan (4 CN235-220)
  • Panama: Angkatan Udara Panama
  • Papua New Guinea: Angkatan Udara Papua New Guinea
  • Perancis: Angkatan Udara Perancis (19 CN235-100, 18 ditingkatkan menjadi CN235-200).
  • Spanyol: Angkatan Udara Spanyol (20)
  • Turki: Angkatan Udara Turki (50 CN235-100M); Angkatan Laut Turki (6 CN-235 SW /ASuW MPA); Penjaga Pantai Turki (3 CN-235 MPA)
  • Yordania: Angkatan Udara Yordania (2)
Australia, Singapura dan Malaysia pun sudah lama tahu kehebatan para insinyur Indonesia. Buktinya? Mereka sekarang sedang mencermati pengembangan lebih jauh dari CN 235 MPA (Maritime Patrol Aircraft) atau versi Militer.
Lalu mengapa kita tidak percaya dan Merpati Indonesia malah membeli 15 unit pesawat Xi’an MA -60 tahun 2005 BUATAN CINA dengan harga Us$234 juta untuk mengganti armada pesawat jenis Fokker dan CN-235 BUATAN INDONESIA yang sudah menua.
Tidak melulu buatan Cina tidak baik. Tapi coba pertanyakan alasan kita membeli Sepeda Motor Cina, Handphone Cina, TV Cina dan sekarang Pesawat buatan Cina kalau tidak karena harganya yang murah!
SUNGGUH KONYOL!