Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket

Minggu, 29 Januari 2012

Jenis2 Pria Berdasar Cara Melihat Payudara


Sudah menjadi rahasia umum kalau pria tak mampu memalingkan tatapan dari bagian tubuh wanita yang paling indah : payudara. Apalagi jika ukurannya besar yang sengaja dipamerkan dengan balutan busana berleher rendah.

Penelitian di University of Wellington, Selandia Baru, mengungkap, 47 persen responden pria cenderung menatap ke arah dada sebelum melihat wajah seorang wanita. Tatapan ke bagian payudara ini juga relatif lebih lama daripada ke bagian tubuh lainnya. Tapi, tahukah Anda penelitian terbaru yang dilakukan oleh Universitas Wroclow telah mengungkapkan macam-macam tipe pria dari tatapannya pada payudara wanita, yang mungkin akan membuat Anda berhati-hati dalam memilih pria.



Universitas Wroclow mencoba mengamati 128 pria yang diminta untuk memperhatikan payudara wanita dalam tiga sudut pandang berbeda. Sementara wanita dengan payudara A dan B tidak terlalu mengundang perhatian pria, wanita dengan payudara C ke atas harus sedikit lebih berhati-hati. Menurut penelitian, pria yang tertarik dengan wanita berpayudara besar adalah tipikal pria romantis yang tidak menginginkan komitmen. Tak jarang mereka hanya bermain-main dalam sebuah hubungan yang singkat. 
 
Sedangkan pria yang lebih menyukai wanita berpayudara kecil adalah tipikal orang yang setia dan berkomitmen. Tentunya, mereka tertarik pada sisi lain Anda. “Seperti yang diperkirakan, playboy lebih cenderung membuat rating kesempurnaan dibanding mereka yang setia. Inilah sebabnya mereka lebih cenderung memilih wanita dengan bentuk tubuh yang sempurna di mata pria,” ujar para peneliti, dikutip dari YouBeauty. Mereka juga menemukan bahwa kelompok pria yang menyukai bentuk payudara sedang hingga besar adalah kelompok pria yang dapat menarik perhatian wanita secara fisik. 
 
Meski demikian, pakar hubungan YouBeauty, Viren Swami, Ph.D., mengatakan bahwa ukuran payudara adalah yang kesekian dari daya tarik wanita. “Ketika pria menilai daya tarik wanita, kriteria yang paling penting adalah fitur wajah, ukuran tubuh secara keseluruhan, lalu bentuk bagian tubuh lainnya seperti payudara, bokong, panjang kaki, dan lainnya,” ujarnya. Namun jelas, beberapa pria sangat mementingkan ukuran payudara dibandingkan organ tubuh lainnya. “Tapi, umumnya hal tersebut tidak akan memengaruhi penilaian daya tarik dengan cara yang sama ketika pria melihat bagian tubuh lain atau kepribadian seorang wanita.” Jadi, berhati-hatilah dengan tatapan pria. Harus bersikap tegas jika menjumpai pria yang selalu memerhatikan bagian payudara Anda !


Kenapa Penis Terkunci di Vagina ?




Banyak cerita berseliweran tentang penis yang terkunci di dalam vagina hingga tak bisa keluar saat berhubungan seks, sehingga harus dibawa ke rumah sakit untuk mengeluarkannya. Tapi benarkah ada kasus seperti itu?

Kondisi penis yang terkunci di dalam vagina disebut dengan penis captivus. Secara sederhana kondisi ini terjadi ketika otot vagina seorang perempuan menjepit penis laki-laki dengan ketat yang membuatnya terkunci.


Penis captivus umumnya terjadi di binatang, tapi tidak pada manusia. Hal ini karena tidak ada dokumen medis yang mencatat penis captivus terjadi pada manusia dalam 100 tahun terakhir.

Meski demikian berdasarkan studi yang dilaporkan dalam British Medical Journal (BMJ) menuturkan kondisi tersebut tidaklah sepenuhnya mitos.

"Kondisi ini hampir sama dengan vaginismus pada manusia, yaitu kejang otot vagina yang tidak disengaja yang membuat hubungan seksual menyakitkan atau bahkan tidak mungkin," ujar Dr Laura Berman, ahli kesehatan seksual Amerika, seperti dikutip dari Abs-cbnnews.com.

Dengan kata lain otot yang mengepal spontan ini diketahui sebagai mekanisme pertahanan ketika ada sesuatu yang dimasukkan ke dalam vagina, entah itu penis, tampon atau peralatan medis untuk USG vagina.

"Dalam banyak kasus, perempuan dan pasangan berasumsi hal ini karena kurangnya keinginan. Namun banyak perempuan yang mengalami vaginismus ingin berhubungan seks dengan pasangannya, tapi mereka menemukan tubuhnya tidak bisa bekerja sama," ungkap Berman.

Vaginismus dianggap sebagai kondisi umum dan merupakan disfungsi seksual pada perempuan yang sering dijumpai di seluruh dunia. Salah satu survei yang dilakukan oleh CETAD (asosiasi pendidikan dan penelitian pengobatan seksual) menuturkan tingkat vaginismus di Turki mencapai 10 persen, yaitu 1 dari 10 perempuan tidak bisa melakukan hubungan seks secara utuh.

Ada beberapa gejala yang muncul jika seseorang mengalami vaginismus, yaitu :

1. Takut melakukan hubungan seksual dengan pasangannya dan tidak bisa melakukan penetrasi sama sekali.
2. Melakukan hubungan seksual parsial (hanya sebagian dari penis yang bisa masuk ke dalam vagina).
3. Tidak bisa memasukkan instrumen USG atau pembalut ke dalam vagina.
4. Meringis atau takut melakukan pemeriksaan ginekologi.

"Vaginismus mungkin terjadi akibat rasa sakit kelamin jangka panjang, disfungsi pada otot panggul, trauma masa lalu yang berhubungan dengan kenangan menyakitkan atau takut kehilangan kontrol," ungkapnya.

Menurut Berman solusi untuk vaginismus terletak pada sumbernya, yaitu tubuh dan pikiran. Secara khusus lagi perempuan diharapkan untuk belajar mengendalikan otot-otot vagina. Kuncinya adalah mengenali antra ketegangan dan relaksasi di panggul


Ada Tilang Elektronik, Segera Balik Nama Kendaraan


 img


Jakarta - Polda Metro Jaya meminta seluruh pemilik kendaraan agar segera melakukan balik nama kendaraan. Hal ini terkait penerapan sistem tilang elektronik.
"Sebab, jika nantinya kendaraan tersebut terkena tilang elektronik, maka surat tilang akan dikirim ke alamat pemilik sesuai yang tertera di STNK," ujar Wadir Lantas AKBP Wahyono di situs resmi Polda Metro Jaya.

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya tengah saat ini memang masih melakukan pembenahan pada electronic traffic law enforcement (e-TLE) atau tilang elektronik. Pembenahan dilakukan baik dari sisi alat maupun sistem.

"Saat ini sedang dilakukan pembenahan baik dari sisi alat ataupun sistemnya. Alatnya tentunya akan menggunakan yang lebih baik dan canggih agar dapat maksimal dalam penerapannya," ujarnya.

"Di samping itu, masih diperlukan adanya integritas data base mengenai identitas kendaraan sebagai bukti kepemilikan kendaraan guna mendukung efektivitas alat tersebut," imbuhnya.

Tilang elektronik ini merupakan salah satu cara penegakan hukum berlalu lintas secara elektronik. Pada 2011 lalu, Dit Lantas Polda Metro Jaya telah mulai menguji coba tilang elektronik ini di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat.

Hanya saja, uji coba tersebut sempat terhenti. Namun kini, guna memaksimalkan kinerja alat tersebut, saat ini Dit Lantas PMJ tengah melakukan pembenahan dari sisi alat dan sistemnya.

Penerapan sistem tersebut dilakukan agar pelaku lalu lintas bisa lebih disiplin. Sebab, setiap pelanggaran berkendara akan terekam oleh CCTV. Alat tilang elektronik tersebut bekerja menggunakan sensor yang dipasang di perempatan dan terhubung dengan CCTV.

Adapun jenis pelanggaran yang nantinya akan ditangkap oleh CCTV adalah kendaraan melewati garis yelow box, melanggar garis berhenti dan tentunya menerobos lampu merah.

Jika ada yang melanggar, kendaraan tersebut akan langsung diambil gambarnya dan dikirim ke Traffic Management Centre (TMC) Polda Metro Jaya. Tilang pun akan dikirimkan ke alamat yang tercantum di STNK.