Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket

Minggu, 04 Maret 2012

Backpacker Muslim Keliling Dunia Tanpa Modal



Jarum jam menunjuk pukul 23.00 Kamis lalu (4/3). Jalanan di Jakarta sudah senyap. Seorang pria kulit putih berjenggot lebat tampak sedang berkonsentrasi menghadap layar komputer jinjing di sebuah rumah di bilangan Pulo Gadung, Jakarta Timur. Beberapa kali pria itu membenahi sarung yang melingkar di pinggangnya. Dahinya mengernyit sembari mengetik deretan kalimat dalam bahasa Rusia. Dialah Anton Krotov, salah seorang pencetus metode perjalanan ekstrem berkeliling dunia tanpa modal.

Anton KrotovAnton Krotov saat berada di Papua berpose bersama pelajar SMU setempat
Malam itu adalah hari terakhir dia tinggal di Jakarta. Beberapa minggu sebelumnya, dia sempat tinggal di Aceh sebelum mampir dua malam di Jakarta. Dalam kunjungan keempatnya ke Indonesia kali ini, Anton berencana menyusur Pulau Jawa dengan kereta dan transit di Solo, Jawa Tengah, serta Kota Malang, Jawa Timur.
Minggu depan, dia segera melanjutkan perjalanan ke Papua Nugini. “Dalam setahun, sembilan bulan saya habiskan berkelana di jalanan dan berkeliling dunia. Tiga bulan sisanya saya pulang ke Moskow atau menetap di satu negara,” ujar Anton dalam bahasa Inggris berlogat Rusia. Jawa Pos berhasil menemuinya malam itu atas bantuan Duta Besar Backpacker Indonesia Nancy Margaretha.
Anton KrotovAnton Krotov bersama para warga di Papua
Anton mencatat, dirinya telah berkelana ala hitchhiking atau menumpang gratis kendaraan darat sekitar 700 ribu kilometer. Mantan wartawan itu pun telah memublikasikan informasi perjalanan dan ragam tip dalam situs berbahasa Rusia www.avp.travel.ru. Dia juga telah menerbitkan 37 judul buku yang sebagian telah diterjemahkan dari bahasa Rusia ke beragam bahasa, termasuk bahasa Indonesia. Anton sukses menjual sekitar 200 ribu kopi berbagai judul buku perjalanan tersebut. Yang paling diminati adalah buku saku berjudul Practice of Free Travels or Free Travel in Practice. Buku itu memuat cara-cara berkeliling dunia dan bertahan hidup di medan-medan sulit, termasuk teknik berkelana tanpa modal.
Anton memulai hobi berkelana ekstrem pada 1991 ketika berusia 15 tahun. Saat itu, dia menyisir daratan Uni Soviet yang luasnya 2/3 seluruh daratan bumi. Padahal luas resmi negara yang kini bernama Rusia itu tercatat 17.075.400 kilometer persegi atau sembilan kali luas Indonesia.
Ketika itu, dia hanya membawa satu koin 60 sen dan menjelajahi bekunya suhu Rusia selama dua bulan. Perjalanan ditempuh dengan numpang semua jenis moda transportasi, mulai mobil pribadi, truk barang, sampai helikopter. Sung ke 49 negara.
Anton KrotovAnton Krotov saat berada di Mesir
Ciri khas Anton adalah gemar mengunjungi negara yang dimusuhi Amerika Serikat (AS) dan Eropa. Terutama yang dicap negara konflik, negara teroris, negara endemi penyakit, atau negara miskin. Dengan begitu, dia bisa memberitakan kepada dunia tentang fakta-fakta riil di kawasan tersebut melalui buku serta situsnya.
“Kesimpulan saya, tidak ada manusia jahat. Saya pergi ke Somalia, Angola, Sudan, Madagaskar, Afghanistan, Pakistan, Tajikistan, Indonesia, serta negara-negara lain, mereka semua ramah kepada saya,” ujarnya. Menurut pria yang 10 tahun silam memeluk Islam itu, di negara-negara konflik justru banyak tersembunyi tempat eksotis. Spot wisata tersebut terkubur kesan angker yang diembuskan negara-negara Eropa dan AS. Melalui buku dan tulisannya, Anton membuka tabir dan mengoreksi travel warning. Tulisannya mendalam dan objektif karena rata-rata dua hingga empat kali dia mengunjungi negara yang sama dalam kurun waktu berbeda sejak 20 tahun terakhir.
Dalam satu dekade belakangan, kata dia, kesan orisinalitas bangsa dunia telah luntur. Dampak globalisasi dan modernisasi telah menyentuh pedalaman Afrika, Timur Tengah, serta Asia. Afghanistan dan Pakistan, misalnya, bukan lagi negara Islam layaknya 10 tahun silam. Warga di sana, lanjut Anton, sangat materialistis setelah listrik, internet, dan telepon seluler menjamur. Semakin banyak yang mahir berbahasa Inggris dan kerap menaikkan harga jika bertemu turis kulit putih. “Sedikit-sedikit dollar Mister, dollar Mister… Mereka kini menyembah uang,” ungkapnya lantas tersenyum kecut.
Ironisnya, di negara-negara Islam itu mulai banyak berdiri kafe, supermarket, dan bar. Penduduk kini bisa mengonsumsi bir secara bebas menirukan budaya Barat. Di Tajikistan Timur misalnya, pada 1999″2001, siapa saja bisa masuk tanpa visa. Turis cukup membayar dengan tembakau atau beberapa belas dolar saja.
PhotobucketAnton Krotov tak jarang tidur di pinggiran jalan untuk istirahat saat hicking
Negara yang sulit dijelajahi backpacker, kata Anton, adalah Tiongkok. Sebab, sangat sedikit warganya yang pandai berbahasa asing. Untuk memudahkan berkomunikasi ketika berada di negara itu, dia merancang metode khusus dengan kartu kata. Dia mencetak 50 kata penting dalam kartu bolak-balik. Satu sisi bertulisan bahasa Mandarin dan sisi lain bahasa Rusia. Jika menginginkan sesuatu, dia tinggal menunjukkan kartu kata tersebut kepada warga lokal.
Tip simpel lain, mereka yang ingin berkeliling dunia setidaknya harus mempelajari 200 kata dalam bahasa lokal di tiap negara yang akan dikunjungi. Kata-kata itu sebaiknya berkaitan dengan kebutuhan primer seperti makan, sandang, dan tempat berteduh. Namun, Anton lebih suka menghafal satu kalimat manjur. Apa itu” “Saya tidak punya uang,” ujarnya lantas tertawa.
Tip-tip itu juga disusun dalam materi kurikulum dan diajarkan kepada sesama backpacker melalui lembaga pendidikan informal, yakni Academy of Free Travel. Anton menjabat presiden di lembaga yang kursusnya dilangsungkan berpindah-pindah di berbagai negara itu. Untuk keperluan tersebut, setahun sekali dia menetap selama sebulan dan menyewa rumah di sebuah negara. Di sana, Anton mengundang murid-muridnya dari berbagai negara untuk datang dan berbagi ilmu. Setelah kursus selesai, mereka pun menyebar kembali berkelana membelah penjuru globe.
Menjelang wawancara berakhir, Anton sempat meminta peta dunia buatan Indonesia dan sebuah pena. Sembari ngobrol, dia menunjukkan bahwa peta cetakan lokal itu memiliki banyak kesalahan. Misalnya, sejumlah perbatasan negara yang tidak sesuai di wilayah Afrika dan Timur Tengah. Ada juga pulau-pulau milik Rusia yang dimasukkan ke wilayah Jepang. Dia juga menggambar jaringan jalan baru yang diketahuinya dalam perjalanan. Sebab, bagi pengelana seperti dirinya, pengetahuan peta dan kompas merupakan hal nomor satu yang wajib dimiliki.
Selain memperbaiki peta, Anton memiliki kebiasaan lain, yakni selalu menelepon orang tuanya sebelum tidur dengan fasilitas telepon internet. Itu dilakukan untuk menghormati ayah dan ibunya. Selain itu, agar keselamatan selalu diberikan Allah SWT. “Yang saya pelajari sebagai orang Islam, jika saya salat dan tidak minum alkohol, di mana pun berada, saya akan dibantu dan disayangi orang asing,” katanya.
Sepanjang 2012, jadwal Anton sudah padat. Dia akan mengunjungi Damaskus (Syria), Krasnoyarks (Rusia), Kunming (Tiongkok), dan mengadakan kelas Academy of Free Travel di Guatemala. Pada 2013, kelas akan berpindah ke Madagaskar. Dia berjanji membawa berita-berita baik ke negara-negara itu dan berharap bisa membawa pesan damai Islam di mana pun berada


Metode Mengetahui Tingkat Radiasi BlackBerry Anda


Perangkat komunikasi pasti mempunyai radiasi tertentu seperti Handphone dan memiliki SAR (specific Absorption Rate) yang berlainan. SAR adalah ukuran tingkat penyerapan energi dari RF (radio Frequency) yang masuk kedalam tubuh. semakin rendah tingkat SAR, maka semakin bagus handphone tersebut.

Berbahagialah bagi pengguna Blackberry karena sekarang ada aplikasi yang dapat mengetahui tingkat radiasi handphone , Aplikasi ini bernamaTAWKON.V1.0.13 berkapasitas 812 KB.

Berikut langakh-langkah untuk menginstall dan menggunakan aplikasi tawkon ini agar pengguna blackbrry bisa mengetahui tingkat radiasi handphone miliknya :
  1. Buka menu Blackberry App World untuk mendownload applikasi TAWKON ini secara langsung ; pada kotak pencarian ketikkan tawkon  ok
  2. tunggu sebentar sampai proses pencarian selesai ; teman-teman kan menemukan aplikasi TAWKON ini pada kolom ketiga.
  3. Jika sudah ketemu lakukan penginstalan ; dan tunggu sebentar sampai proses selesai.
  4. Jika sudah selesai installnya ; restart Handphone balckberry teman-teman.
Pada saat panggilan masih berlangsung, aplikasi ini akan meminta teman-teman untuk melakukan langkah-langkah pencegahan yang paling mudah untuk meminimalkan radiasi.

Tawkon adalah aplikasi yang dapat memonitoring adanya peningkatan radiasi berlebihan di saat handset dalam jangkauan sinyal buruk.

melalui aplikasi ini teman-teman dapat meminimalkan ekspos terhadap radiasi seluler dan menggunakan ponsel secara bijak. Aplikasi ini memantau dan melakukan analisa radiasi ponsel teman-teman. sehingga teman-teman dapat menghindari radiasainya saat menerima panggilan. Dan juga dapat mengidentifikasi adanya radiasi seluler berlebihan secar real time dan selama jaringan handset masih digunakan.


Jarak penis-Anus Menentukan Kesuburan Pria


img

Jarak Mr P dari Dubur Tentukan Kesuburan Pria
 – New York, Panjang pendeknya penis memang tidak mempengaruhi kemampuan pria untuk membuahi pasangannya. Ukuran boleh diabaikan, sebab yang lebih menentukan kesuburan pria justru posisi penis dari anus. Makin jauh jaraknya, makin bagus kualitas spermanya.

Dalam istilah medis, jarak antara penis dengan dubur disebut dengan Anogenital Distance (AGD). Jarak tersebut dihitung dari sisi lubang dubur yang paling dekat dengan penis, ditarik garis sampai ke pangkal kantong buah zakar.

Jarak rata-rata antara penis pria dengan dubur memang sangat pendek, yakni 52 mm atau 5,2 cm. Pria yang memiliki penis dengan posisi lebih dekat dengan dubur atau anus, cenderung mengalami masalah kesuburan yang berkaitan dengan volume dan jumlah sel sperma.

Kesimpulan ini diambil dalam sebuah penelitian di University of Rochester, yang dilakukan terhadap 126 pria kelahiran tahun 1988. Penelitian yang dilakukan oleh Sanna Swan ini dipublikasikan pekan lalu dalam jurnal Enviromental Health Perspectives.

“Mengamatinya sangat mudah, siapun bisa melakukan. Tapi juga tidak sangat menentukan, karena kesuburan pria masih dipengaruhi banyak faktor lain termasuk tingkat stres dan suhu di sekitarnya,” ungkap Swan seperti dikutip dari Hindustantimes, Jumat (4/23/2011).

Swan juga tidak bisa menjelaskan secara rinci mengapa jarak penis dari dubur bisa mempengaruhi kualitas sperma. Namun ia menduga, temuan ini masih berhubungan dengan 2 penelitian terdahulu yang masing-masing dilakukan pada tahun 2005 dan 2008.

Kedua penelitian tersebut mengungkap, jarak penis dengan dubur pada pria dipengaruhi oleh banyak faktor. Salah satunya adalah pejanan senyawa phthalate yang sering dipakai sebagai campuran plastik vynil saat masih berada dalam kandungan ibunya.

Selain terdapat dalam plastik vynil dan juga cat mobil, senyawa phthalate juga bisa ditemukan dalam berbagai produk perawatan tubuh sehari-hari. Termasuk di antaranya adalah perlengkapan mandi seperti shampoo dan sabun mandi, serta minyak wangi.

Menurut penelitian, ibu hamil yang banyak terpapar phthalate 10 kali lebih berisiko melahirkan bayi laki-laki dengan jarak penis ke dubur lebih pendek. Dalam penelitian tersebut, pejanan phthalate pada ibu hamil diukur berdasarkan kadar senyawa tersebut dalam urine.

“Penelitian saya memang tidak diarahkan untuk melihat hubungannya dengan pejanan phthalate selama dalam kandungan. Namun kita semua tahu senyawa tersebut memang mempengaruhi kualitas sperma,” tambah Swan