Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket

Senin, 26 Maret 2012

Kenapa Cincin Kawin di Jari Manis


Ibu jari (jari pertama) menggambarkan kedua orangtua. Telunjuk (jari kedua) menggambarkan saudara kandung. Jari tengah (jari ketiga) menggambarkan diri kita sendiri. Jari manis (jari keempat) menggambarkan pasangan hidup kita.
Dan kelingking (jari kelima) merepresentasikan anak-anak kita.

Sekarang, pertemukan kedua tangan kita satu sama lain dengan pasangan jarinya: ibu jari ketemu ibu jari, telunjuk ketemu telunjuk, dan seterusnya. Tapi, untuk jari tengah, pertemukan dengan cara berpunggung-punggungan.

Sekarang jika memisahkan kedua ibu jari yang menggambarkan kedua orangtua kita, kita mudah melakukannya. Filosofinya adalah orangtua kita tidak akan hidup dengan kita selama-lamanya. Begitupun saat mencoba memisahkan telunjuk, kita bisa melakukannya.

Artinya saudara-saudara kita pun akan berpisah karena mereka akan memiliki keluarga atau hidup masing-masing. Lalu kelingking pun sama. Kita bisa memisahkannya. Artinya anak-anak suatu saat kelak akan memisahkan diri dari kita karena tumbuh dewasa dan berkeluarga.

Akhirnya, coba pisahkan jari manis yang saling bertautan itu. Coba sekali lagi. Ternyata itu tak bisa kita lakukan. Sekuat apa pun kita melakukannya keduanya tetap bersatu.Seperti itulah pasangan hidup kita yang selalu bersama dalam suka dan duka, dalam keadaan kaya atau miskin, sehat atau sakit. Hanya kematian yang bisa memisahkan kita.

Itulah kenapa cincin kawin dipasang di jari manis sebagai penghargaan pada pasangan hidup kita yang akan mendampingi kita selama-lamanya.

Sue Kent, Wanita Tanpa Tangan Yang Lihai Memijat




Sue Kent. Wanita 48 tahun ini terlahir dengan tangan hanya sepanjang 20,3 sentimeter. Namun, kondisi tubuh yang tak sempurna ini justru melecut semangat hidupnya dan membawanya tumbuh sebagai terapis pijat kondang.


Wanita yang telah memiliki dua anak ini menjalani profesi sebagai terapis pijat sejak tiga tahun lalu. Dengan teknik pijat menggunakan jari dan telapak kaki, ia hampir tak pernah istirahat melayani kliennya yang membutuhkan relaksasi atau bermasalah dengan persendian.


Kliennya tak hanya masyarakat umum di Inggris. Sejumlah atlet nasional setempat juga menjadi pelanggan setia di klinik miliknya di Mumbles, Wales. Ia bahkan terpilih sebagai terapis resmi yang menangani tim nasional negaranya pada Olimpiade yang akan berlangsung di London, Inggris, 2012.


"Ambisi saya saat ini ingin terus mempelajari teknik memijat dengan kaki hingga tingkat tertinggi," katanya seperti dikutip Daily Mail. "Sungguh menantang bergabung dengan terapis yang bekerja dengan tangan, tapi harus mengembangkan prosedur pijat dengan efek yang sama antara pijatan kaki dan tangan."


Ketidaksempurnaan fisik itu tak membuat Sue menepi dari lingkungan sosialnya. Di sela-sela kesibukannya memijat, ia mengisi kesehariannya dengan balet, berenang, dan berkuda. "Saya sangat suka balet, mungkin ini juga yang membuat kaki saya sangat kuat untuk memijat," ujarnya.

Sue adalah korban efek buruk Thalidomide saat masih janin. Saat masih dalam kandungan, sang ibu rajin mengonsumsi obat itu untuk mengatasi berbagai keluhan selama kehamilan, seperti mual di pagi hari, insomnia, batuk, dan flu.

Thalidomide cukup populer di kalangan ibu hamil selama tahun 1950-an dan 1960-an. Namun tidak ada yang menyangka, konsumsi obat itu memicu lebih dari 10 ribu bayi terlahir cacat. Ini merupakan salah satu tragedi terbesar dalam sejarah dunia kesehatan.

sumberSue Kent. Wanita 48 tahun ini terlahir dengan tangan hanya sepanjang 20,3 sentimeter. Namun, kondisi tubuh yang tak sempurna ini justru melecut semangat hidupnya dan membawanya tumbuh sebagai terapis pijat kondang.

Wanita yang telah memiliki dua anak ini menjalani profesi sebagai terapis pijat sejak tiga tahun lalu. Dengan teknik pijat menggunakan jari dan telapak kaki, ia hampir tak pernah istirahat melayani kliennya yang membutuhkan relaksasi atau bermasalah dengan persendian.

Kliennya tak hanya masyarakat umum di Inggris. Sejumlah atlet nasional setempat juga menjadi pelanggan setia di klinik miliknya di Mumbles, Wales. Ia bahkan terpilih sebagai terapis resmi yang menangani tim nasional negaranya pada Olimpiade yang akan berlangsung di London, Inggris, 2012.

"Ambisi saya saat ini ingin terus mempelajari teknik memijat dengan kaki hingga tingkat tertinggi," katanya seperti dikutip Daily Mail. "Sungguh menantang bergabung dengan terapis yang bekerja dengan tangan, tapi harus mengembangkan prosedur pijat dengan efek yang sama antara pijatan kaki dan tangan."


Ketidaksempurnaan fisik itu tak membuat Sue menepi dari lingkungan sosialnya. Di sela-sela kesibukannya memijat, ia mengisi kesehariannya dengan balet, berenang, dan berkuda. "Saya sangat suka balet, mungkin ini juga yang membuat kaki saya sangat kuat untuk memijat," ujarnya.

Sue adalah korban efek buruk Thalidomide saat masih janin. Saat masih dalam kandungan, sang ibu rajin mengonsumsi obat itu untuk mengatasi berbagai keluhan selama kehamilan, seperti mual di pagi hari, insomnia, batuk, dan flu.

Thalidomide cukup populer di kalangan ibu hamil selama tahun 1950-an dan 1960-an. Namun tidak ada yang menyangka, konsumsi obat itu memicu lebih dari 10 ribu bayi terlahir cacat. Ini merupakan salah satu tragedi terbesar dalam sejarah dunia kesehatan.

Hewan dengan Tiga Kelopak Mata


Adalah sebutan untuk kelopak mata ketiga yang sebenarnya ada di setiap hewan, terutama dari jenis burung, reptil dan ikan. Kelopak mata ini berbentuk membran transparan yang berfungsi untuk menyapu mata secara cepat guna melindunginya dari ancaman lingkungan atau untuk membasahi bola mata secara cepat. Kelopak mata pertama dan kedua bergerak ke atas dan ke bawah, sedangkan kelopak mata ini bergerak mendatar, tegak lurus dari kelopak mata pertama dan kedua. Beberapa hewan, menggunakan kelopak mata ketiga ini untuk tujuan yang lebih penting, yaitu melindungi mata saat bertarung, ataupun sebagai “kaca mata renang”. Hewan-hewan yang disebutkan di sini adalah hewan yang menggunakan kelopak mata ketiganya secara lebih intens dan optimal.


1. Elang dan Burung Hantu

Elang dan burung hantu merupakan satu keluarga burung pemangsa. Burung ini menggunakan kelopak mata ketiganya untuk melindungi mata saat bertarung, ataupun saat menerkam mangsanya.

2. Hiu


Ikan pemangsa ini juga punya kelopak mata, tidak seperti hewan lain dalam trit ini, kelopak ini bukanlah kelopak mata ketiga, tetapi modifikasi selaput mata untuk melindungi mata saat merobek-robek mangsanya. Hampir semua hiu memiliki kelopak mata ini.

3. Buaya

Buaya merupakan reptil hidup terbesar di dunia, dari total 23 spesies yang masih ada, buaya muara merupakan spesies yang paling terkenal, juga terbesar. Buaya menggunakan kelopak mata ketiganya ini terutama saat menyelam. Saat bertarung, mata buaya mampu masuk ke dalam tengkorak kepalanya, dan terlindung sempurna, sehingga kelopak mata ketiga tidak dipakai saat bertarung, atau bergelut dengan mangsa.

4. Burung-burung Air

Beberapa burung air mempunyai kelopak mata ketiga, kenapa? karena mereka harus mampu melihat walaupun ada di dalam air, saat menyelam dan menangkap ikan. Contohnya bebek, bangau, pelikan, angsa, dsb.

5. Katak

Ya, katak, semua katak menggunakan kelopak mata ketiganya secara optimal. Katak mempunyai sistem pernafasan kulit mengharuskan bagian tubuhnya selalu lembab, terlebih lagi area mata. Sehingga, kelopak mata ini menjadi bagian penting bagi katak untuk bisa melembabkan matanya. Pola kelopak mata ketiga ini bermacam, kadang polos [transparan], kadang mempunyai pola yang indah.

6. Ayam!!

Ya, ayam juga memiliki kelopak mata ketiga, jadi kalau aboi sekalian mau membuktikan adanya kelopak mata ke tiga, coba lihat ke ayam peliharaan aboi-aboi sekalian!