Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket

Kamis, 16 Januari 2014

Obama Jadi "Boneka" Koloni Alien di Bumi


washingtonpost.com - Kantor berita pemerintah Iran mengklaim dokumen NSA yang diungkap Edward Snowden membuktikan makhluk luar angkasa sempat membantu Adolf Hitler di Perang Dunia II. Kini alien itu mengontrol pemerintah AS.

Kantor berita pemerintah Iran, Fars News Agency, mengklaim pemerintah Amerika Serikat beserta kebijakan luar negerinya diam-diam dikendalikan 'pemerintahan bayangan' oleh alien 'Tall-white' sejak 1945.
Pemerintahan bayangan itu berbasis di Nevada. Sebelumnya sempat membantu NAZI, seperti dilansir The Washington Post.

Program NSA (National Security Agency) yang kontroversial disebut sebagai alat alien untuk menyembunyikan kehadiran mereka di bumi, serta agenda rahasia mereka untuk menguasai dunia.

Hal ini dinyatakan sebagai fakta yang tak terbantahkan dan Snowden diklaim telah memberikan informasi ini ke Federal Security Service (FSB) milik pemerintah Rusia. Informasi ini juga disebut telah dikonfirmasi secara pribadi oleh eks-Menteri Pertahanan Kanada Paul Hellyer.

Detail dari informasinya pun dipaparkan. Sebagai bukti alien itu berada di belakang NAZI selama Perang Dunia II, laporan menjelaskan Jerman membuat ratusan kapal selam menjelang akhir perang, ini di luar akal sehat mengingat rendahnya teknologi manusia saat itu.

Setelah PD II (Jerman kalah telak), alien menjelma menjadi kekuatan rahasia di balik pemerintahan Amerika Serikat. Presiden AS Barack Obama bahkan disebut sebagai 'boneka' yang dikendalikan alien.

Tujuan mereka saat ini adalah mewujudkan sistem surveilans global yang akan memungkinkan mereka untuk akhirnya menciptakan suatu tatanan dunia baru dengan satu pemerintahan tunggal. Dalam teori konspirasi ini dikenal sebagai New World Order, dan memperbudak umat manusia.

Namun ada fakta yang tidak dibahas di laporan ini. Pertama adalah mengapa alien dengan segala teknologi canggihnya saat itu gagal membuat NAZI mengalahkan invasi sekutu, yakni Angkatan Laut Inggris.
Padahal, NAZI kemudian terungkap memiliki proyek pesawat supercanggih seperti UFO yang dikenal sebagai Haunebu.

Dalam perspektif lain, AS pada Perang Dunia II juga sempat dihebohkan dengan peristiwa Battle of Los Angeles.

Pada 25 Februari 1942, sejumlah pesawat tak dikenal ditembaki militer AS di langit Los Angeles. Pada saat itu AS dipimpin Franklin Delano Roosevelt.

Pesawat aneh tersebut dilaporkan dapat mengubah kecepatan dari sangat lambat hingga mencapai 200 mil/jam, atau di luar kemampuan manuver dari pesawat buatan manusia saat itu.

AS diketahui sempat menuduh NAZI Jerman di insiden tersebut yang diduga ingin memamerkan teknologinya pada AS.

Faktanya, Jerman kalah telak dalam Perang Dunia II dan hingga kini asal-usul pesawat misterius tersebut belum dapat diungkap. Memorandum tentang peristiwa itu diserahkan langsung pada Presiden Roosevelt.

Teori konspirasi yang dipublikasikan kantor berita Iran ini adalah bentuk dari suatu pandangan masyarakat dunia yang melihat hegemoni Amerika Serikat dari sisi lainnya, yakni kaitannya dengan fenomena makhluk dan teknologi dari angkasa luar yang masih misterius.

Pada akhirnya, dunia masih menunggu saat-saat ketika makhluk angkasa luar tersebut benar-benar muncul untuk memperlihatkan wujudnya pada masyarakat Bumi. Meski campur tangan teknologinya mungkin sudah dapat kita ketahui dan rasakan pada proses terciptanya berbagai peradaban besar dunia di masa lampau

Rabu, 30 Oktober 2013

Inilah kerja Galangan Kapal Rusia "Sevmash"

Setengah dari senjata nuklir dunia tersembunyi di bawah air, berada di dalam kapal selam yang bisa mengarungi 70 persen luas dunia. Serumit pesawat ruang angkasa, hanya 6 negara yang tercatat memiliki kapal selam nuklir : India, China, Inggris, Perancis, Amerika Serikat dan Rusia.
Peluncuran kapal selam Vlaimir Monomakh
Upacara peluncuran kapal selam Vladimir Monomakh di galangan kapal Sevmash Rusia
(Foto:atomic-energy.ru)
Daniil Ilchenko, seorang koresponden dari mingguan Russky Reporter melakukan kunjungan ke galangan kapal Sevmash di Severodvinsk Rusia, sebuah galangan kapal terbesar Rusia dan melihat dengan mata kepalanya sendiri perisai pertahanan Rusia yaitu kapal selam sedang dibangun.

"Ini seperti mengantar anak ke sekolah untuk pertama kalinya. Di satu sisi, bagi si anak ini semacam pengalaman luar biasa, namun disisi lain, Anda tahu, ini baru awal," kata Nikolai Semakov, deliverer dari kapal selam generasi keempat pertama Rusia yang dikenal sebagai Yury Dolgoruky (kapal selam kelas Borey) yang menemani sang koresponden.

Semakov adalah kepala bagian konstruksi galangan kapal Sevmash Rusia. Dan ia mengatakan bahwa untuk membangun kapal selam generasi keempat pertama (Yury Dolgoruky), dibutuhkan waktu 17 tahun.

"Ini merupakan ujian bagi seluruh industri, karena setiap order akan melibatkan lebih dari 600 perusahaan-seluruh industri yang tergabung!. Mampukah kami membuat suatu produk yang kompleks? Kami belajar dari pengalaman bahwa situasi semacam ini tidak semuanya buruk. Segala macam hal dan permasalahan muncul dalam usaha pembangunan dan masih banyak pula hal yang harus disempurnakan pasca uji coba, tapi kami berhasil dan kemudian membangun kapal selam berikutnya, yaitu Alexander Nevsky, dalam waktu tujuh tahun, dan Vladimir Monomakh dalam waktu enam tahun," kata Semakov.

Mulai dari membangun tug boat dan tongkang untuk ponton dan pabrik ikan dalam beberapa dekade terakhir, galangan kapal Sevmash telah membangun lebih dari 100 kapal untuk Jerman, Swedia, Norwegia dan Belanda. Pembangunan kapal-kapal untuk sipil inilah yang telah menjaga keberlangsungan galangan kapal terbesar di Rusia ini dari kehancuran pada 1990-an (masa keruntuhan Uni Soviet dan ekonomi Rusia carut marut).

"Membangun kapal selam menjadi bisnis utama saat ni. Para pemimpin Rusia sudah mempercayai kami. Dan kami harus bisa menegosiasikan harga dan tanggal pengiriman dengan tepat. Kami telah bertahan dengan cara apapun dalam kondisi pasar yang sulit," kata Alexandra Vlasova, kepala pengujian dan pengukuran Sevmash dan pemegang penghargaan National Engineer Rusia untuk tahun 2012.

Tingkat tanggung jawab Vlasova dan timnya tidak dilebih-lebihkan. Pada kedalaman operasi kapal selam, aliran air yang masuk dari lubang sebesar satu centimeter pada lambung memiliki energi yang cukup untuk membunuh seorang personil. Jadi tidak mengherankan bahwa kapal selam harus memiliki lambung yang kuat.
Suasana pembangunan kapal selam di Sevmash
(Foto: militaryrussia.ru)
Suasana pembangunan kapal selam di Sevmash
(Foto:navaltoday.com)
Kapal selam tidak dibangun langsung berbentuk lambung, melainkan terdiri dari banyak bagian yang dilas. Kapal selam saat ini terdiri dari jutaan lasan yang menyatukan ratusan ribu komponen. Galangan kapal mencatat seluruh data-data pengelasan termasuk teknik dan siapa yang melakukannya, dan data ini disimpan selama kapal tersebut operasional.

Setiap bagian yang dilas diperiksa secara menyeluruh dengan menggunakan X-ray dan analisis USG. Kasus bocornya reaktor nuklir Chernobyl telah menjadi pengalaman berharga dan telah meningkatkan kualitas pekerjaan. Namun, ada bagian-bagian tertentu dimana pengelasan tidak bisa dilakukan tenaga manusia. Untuk bagian-bagian ini, Sevmash menggunakan robot.

"Disini, penyambungan dilas hampir sempurna," kata Sergei Ryzhkov, insyur kelistrikan Sevmash dengan nada serius.

Kami menemukan kendala pengelasan pada bagian kapal selam yang tidak bisa dilakukan manusia. Namun kami menggunakan tangan robot terkomputerisasi yang memegang pistol elektron. Elektron kemudian keluar dari larasnya dan mengena sempurna di atas permukaan logam, meninggalkan lasan yang sempurna.

"Sungguh luar biasa bahwa semua peralatan mekanik ini dibuat di Rusia. Institut penelitian di kota Izhevsk telah melakukannya. Pistol bisa menjangkau apa yang tidak bisa dijangkau manusia. Ini peralatan yang unik. Sudah banyak yang tahu dan banyak pula yang iri dengan teknologi ini-Amerika Serikat, Jepang dan Jerman," kata Ryzhkov. Sambil menambahkan bahwa vakum yang nyaris sempurna di larasnya akan menjamin lasan jauh lebih baik daripada tanpa itu.

Siluman (diam-diam) merupakan senjata utama dari kapal selam. Ini merupakan "raison d'etre" dari semua armada kapal selam. Makin rendah tingkat kebisingan, maka kapal selam itu semakin baik. Hal inilah yang menyebabkan "sakit kepala" bagi pengembang-pengembang kapal selam. Dan pengelasan yang baik menjadi salah satu solusi untuk memecahkan masalah kebisingan ini.

Ini hanyalah aspek lahiriah dari teknologi yang tersembunyi dibalik kekuatan tinggi baja lambung. Inilah yang menjadikan kapal selam Rusia bisa melanggeng bebas dari deteksi di tengah-tengah latihan-latihan anti-kapal selam NATO dan bahkan kapal selam Rusia juga mengunjungi Teluk Meksiko.

Dan tentu saja banyak pertanyaan dari pesaing-pesaing asing Rusia seperti, "Apa yang membuat rudal anti-kapal Onyx (versi ekspornya bernama Yakhont) Rusia lebih baik dari rudal Harpoon AS?" Atau "Bagaimana mungkin rudal jelajah Rusia bisa terbang dua kali lebih jauh dari rudal Tomahawk AS?

China, Kekuatan Udara Baru di Dunia


Formasi Pesawat Tempur J-11 China
Formasi Pesawat Tempur J-11 China. (Foto: Topwalls.net)
ARTILERI - Sebuah visi yang jelas dan program jangka panjang untuk modernisasi militer, didukung oleh kemampuan industri pertahanan yang kuat dan inovatif, telah mengubah Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat China (Peoples Liberation Army Air Force/PLAAF) dari yang awalnya kuno, kolot, dan tidak terlatih, menjadi kekuatan udara modern dengan kemampuan yang baik untuk menjalankan semua misi-misi modern di abad 21.

Pondasi dari rencana jangka panjang program modernisasi Angkatan Udara China telah dibebankan pada tahun 2010, dan ditujukan untuk mencapai kemajuan besar pada tahun 2020. Untuk tahun 2010, China telah meletakkan pondasi dasar yang kuat untuk Angkatan Udaranya, ini ditunjukkan dalam latihan skala besar dengan sandi "Stride-2009" yang diselenggarakan bertepatan dengan perayaan 50 tahun kekuasaan komunis di China. Lima puluh ribu prajurit telah dimobilisasi secara besar-besaran dari tempat latihan mereka ke daerah-daerah yang tidak biasa bagi mereka.

Kekuatan Udara Baru Telah Muncul di Dunia

Pada tahun 1999, Angkatan Udara China mengoperasikan lebih dari 3.500 pesawat tempur yang terdiri dari J-6 (sekelas MiG-19) dan J-7 (desain berdasarkan MiG-21). Kesepakatan dengan Rusia adalah induksi untuk 100 Sukhoi Su-27 fighter. Angkatan Udara China juga memiliki armada pesawat bomber (pembom) H-6 (desain berdasarkan Tu-16).

Modernisasi Angkatan Udara China didorong oleh pertumbuhan ekonomi China yang luar biasa. Di abad ke-21 ini, dunia telah menyaksikan akuisisi China atas 105 Sukhoi Su-30MKK (2000-2003) dan 100 upgrade Sukhoi Su-30MKK2 (2004). China juga telah memproduksi lebih dari 200 pesawat tempur J-11s dari tahun 2002 dan hingga saat ini. Angkatan Udara China juga membeli total 126 Sukhoi Su-27SK/UBK dalam tiga batch pengiriman. Produksi pesawat tempur J-10 dimulai pada tahun 2002 dan 1200 berada dalam order. Pesawat bomber H-6 (Tu-16 Badger) dikonversi menjadi pesawat terbang pengisian bahan bakar.

Pada tahun 2005, Angkatan Udara China mengumumkan rencana untuk mengakuisisi 70 pesawat angkut (airlifter) Ilyushin Il-76 dan 30 pesawat tanker Ilyushin Il-78 yang secara signifikan akan meningkatkan kemampuan airlift strategis dan memberikan kemampuan tempur dalam waktu yang lama bagi Angkatan Udara China. Departemen Pertahanan AS telah melaporkan bahwa Su-27 SKS China diupgrade menjadi Sukhoi Su-27 SMK multirole (multiperan).
H-6 Bomber
H-6 Bomber
China juga sedang mengorganisir combat air wing untuk satuan kapal induk di masa depan, mungkin J-15 dan atau opsi lainnya Sukhoi Su-33, yang merupakan varian kapal induk dari keluarga Su-27. Banyak fighter di China yang diupgrade, sebagian untuk fungsi night maritime strike, yang memungkinkan bisa mengangkut senjata buatan Rusia, termasuk rudal jelajah Kh-31Aanti-radiasi dan amunisi KAB-500 kawal-laser.

China juga mengembangkan pesawat misi khusus, yaitu KJ-2000 AWACS yang didesain berdasarkan platform Il-76. Pesawat angkut Y-8 sedang dimodifikasi untuk melakukan berbagai peran Airborne Battlefield Command, AEW dan pengumpulan data intelijen. JH-7/7A akan menjadi tulang punggung kekuatan serangan presisi dengan sejumlah besar J-10 dan J-11 untuk peran superioritas udara. Peran interceptor akan dilakukan oleh JF-17 yang sekarang berada di bawah produksi China. Belum lagi yang terbaru adalah J-20 dan J-31, keduanya di klaim China sebagai fighter siluman.

Untuk kekuatan transportasi, China akan memiliki pesawat Il-76, Il-78, Y-9 dan tentunya yang terbaru adalah si bongsor Y-20, kemungkinan Y-20 lah yang sempat membuat kaget media barat dari hasil foto satelit terhadap salah satu aktivitas di pangkalan udara China. China juga memiliki berbagai helikopter dan pesawat lainnya untuk melakukan misi khusus dan tugas-tugas rutin. Dengan berkembangnya C4ISR (Command, Control, Communications, Computers, Intelligence, Surveillance and Reconnaissance), militer China akan menjadi kekuatan yang tangguh untuk diperhitungkan bahkan oleh musuh yang siap sekalipun. Dalam proses modernisasi, Angkatan Udara China telah meningkat secara eksponensial, meskipun belum diuji dalam pertempuran/operasi yang sesungguhnya.

Pengklasifikasian Pesawat

Angkatan Udara China mengklasifikasikan pesawat-pesawatnya dengan kode-kode tertentu. Yaitu :
  • "J" untuk pesawat fighter
  • "Q" untuk pesawat ground combat (serangan darat)
  • "H" untuk pesawat bomber
  • "JH" untuk pesawat tempur-bomber
  • "Y" untuk pesawat transportasi
  • "JZ" untuk pesawat pengintai dan 
  • "Z" untuk helikopter
China juga meluncurkan pesawat tempur generasi kelima, J-20 dan J-31 dalam rentang waktu yang tidak lama, yang merupakan sebuah langkah besar dalam evolusi industri kedirgantaraan China. Kedua pesawat baru ini mmiliki fitur stealth (siluman), sekaligus menunjukkan tekad pada diri China untuk membentuk kemampuan militer baru di masa depan.

China berinvestasi secara signifikan di sektor kedirgantaraan dan manfaatnya sudah terlihat sekarang. Kemajuan telah jauh lebih cepat dari yang diperkirakan oleh analis Barat. Pertumbuhan ekonomi China yang fenomenal meningkatkan investasi dalam inovasi dan hasilnya akan bahwa pada tahun 2020 atau lebih China akan menjadi pusat inovasi dunia yang paling penting, menyalip AS dan Jepang.

Sejarah Industri Kedirgantaraan China

Sebuah sejarah singkat yang menyangkut pertumbuhan industri kedirgantaraan China akan mengungkapkan bagaimana transformasi China ini dicapai. Awalnya, Uni Soviet memberikan bantuan kepada Angkatan Udara China di awal 1950-an dengan membantu mendirikan fasilitas produksi pesawatnya. Pilot-pilot Angkatan Udara China juga dilatih dengan taktik Soviet dan beberapa dari mereka juga turut ambil bagian dalam Perang Korea melawan USAF (Angkatan Udara AS).

Pada akhir 1950-an, pabrik-pabrik perakitan pesawat China (di bawah lisensi Uni Soviet) mulai merakit pesawat dalam jumlah yang besar. Pesawat-pesawat yang dirakit adalah J-2 (MiG-15), J-4 (MiG-15bis), J-5 (MiG-17) dan J-6 (MiG-19).
J-20
J-20 (Foto:Noua/resboiu.wordpress.com)
Putusnya hubungan dengan Uni Soviet merupakan pukulan telak bagi China. Industri pesawat terbang China nyaris hancur. Namun, secara bertahap industri kedirgantaraan China mulai pulih pada tahun 1965 dan China memproduksi pesawat tempur pertama mereka, J-8, berdasarkan penggabungan desain pesawat-pesawat Uni Soviet.

Modernisasi Angkatan Udara China kala itu juga tersendat-sendat akibat prioritas anggaran China yang lebih condong mendukung pasukan rudal dan nuklir China. Memanfaatkan celah antara Uni Soviet dan China, negara-negara Barat mulai memberikan bantuan untuk Angkatan Udara China pada akhir 1980-an. Avionik barat diaplikasikan ke J-7 (copy dari MiG-21), J-8 dan A-5 ground attack fighter.

Teknologi barat juga turut andil dalam pengembangan bomber B-6D, rudal SAM HQ-2j high altitude dan rudal anti-kapal C-601 yang diluncurkan dari udara. Bantuan dari Barat akhirnya berakhir pada tahun 1989 akibat tindakan keras China terhadap demonstran dalam sebuah insiden terkenal "Lapangan Tianamen."

Runtuhnya Uni Soviet pada tahun 1991 terbukti menjadi berkah bagi China dan Angkatan Udaranya. Akibat pecahnya Uni Soviet, banyak ilmuwan Uni Soviet yang mencari penghidupan baru, insinyur dan teknisi dari bekas Uni Soviet akhirnya menemukan tempatnya di kompleks industri militer China. Selain itu, industri pesawat Rusia kala itu tengah berjuang untuk bertahan hidup. Rusia bahkan lebih dari bersedia untuk menjual pesawat modern dan teknologi ke China. Dan perekonomian China yang mumpuni mampu mengimpor semua yang terbaik yang ditawarkan Rusia.

Pesawat dan Helikopter Produksi Dalam Negeri China

Saat ini, Aviation Industry Corporation China telah menjadi memayungi sejumlah besar perusahaan yang bergerak dalam produksi pesawat dan peralatan yang terkait.

Changhe Aircraft Industry Corporation
Didedikasikan untuk membuat helikopter dan menghasilkan helikopter serang WZ-10, heli transportasi kelas berat Z-8, CA-9 Utility, Z11J dan helikopter Utilitas ringan Z-11.
Chengdu Aircraft Industry Corporation
Menghasilkan pesawat latih dasar JJ-5 (diekspor dengan nama FT-5), pesawat interceptor ringan J-7, pesawat tempur FC-1/J-17 Thunder multi-peran, pesawat tempur J-10 multi-peran, dan pesawat tempur generasi keilima J-20 dengan kemampuan siluman.
Hongdu Aviation Industry Group
Mengkhususkan diri dalam pesawat latih, menghasilkan pesawat latih utama CJ-5 dua-kursi, CJ-6 latih dasar dan lanjutan, K-8 latih dasar, JL-8 dan pesawat latih supersonik L-15.
Guizhou Aircraft Industry Corporation
Menghasilkan pesawat latih JL-9 (MiG-21U) dan sejumlah UAV.
Harbin Aircraft Manufacturing Corporation
Membuat helikopter Z-5, Z-9, Z-9W/G, Zhi-15 dan HC-120.
Shaanxi Aircraft Corporation
Memproduksi pesawat angkut dan membuat varian Y-8 (berdasarkan AN-12), Y-9 yang kemampuannya bisa disandingkan dengan Hercules C-130J, Y-7 dan Y-20 pesawat dukungan taktis dengan empat mesin.
Shenyang Aircraft Corporation
Menghasilkan J-8, J-11 (varian Su-27), pesawat tempur J-15 varian kapal induk tempur didasarkan pada Su-33 dan J-XX (disebut-sebut J-31) generasi kelima pesawat tempur yang sedang dikembangkan. Juga menghasilkan J-20 , H-6 bomber (Tu-16 Badger) dan beberapa UAV.
Xi’an Aircraft Industrial Corporation
Membuat pesawat H-8 bomber strategis kelas berat dan JH-7 tempur-bomber bermesin ganda.

Selain itu, ada sejumlah besar pabrik-pabrik China yang ikut dalam pembuatan pesawat komersial sipil. Banyak produsen raksasa asing seperti Boeing, Airbus dan Eurocopter mendapatkan keuntungan untuk melakukan outsourcing sebagian atau produksi yang lengkap dari pabrik-pabrik China. Ini membantu industri kedirgantaraan China untuk menyerap teknologi baru.

Pelatihan Pilot di Angkatan Udara China

Telah ada peningkatan kualitatif dalam filsafat pelatihan dan operasional dalam tubuh Angkatan Udara China. Pelatihan pilot berlangsung selama empat tahun dan dibagi menjadi dua tahap yang berbeda. Tahap pertama berlangsung selama 20 bulan di salah satu dari dua sekolah dasar terbang yaitu Changchun dan Banding. Terdiri dari pelatihan militer, politik, budaya/sastra, dan fisik, serta pelatihan parasut. Tahap kedua berlangsung 28 bulan di salah satu dari sepuluh akademi terbang, masing-masing memiliki resimen terbang 3-4 dan utamanya terdiri dari pelatihan teknis khusus.

Untuk pelatihan tahap kedua, lima bulan pertama diajarkan teori penerbangan, politik, navigasi, aerodinamis, senjata udara-ke-udara, struktur pesawat, dinamika penerbangan, mesin pesawat, instrumen, cuaca, dan terjun payung praktis, serta pelatihan komando, kontrol, dan ilmu pengetahuan. Satu tahun berikutnya, pelatihan dengan 155 jam terbang dengan menggunakan pesawat latih utama CJ-6. Enam penidikan yang diajarkan, antara lain aerobatik, navigasi, dan formasi, sirkuit, dan instrumen terbang. Biasanya 30 persen siswa gugur dalam fase ini.
Heli Serang WZ-10
Heli Serang WZ-10 (Foto:thebrigade.thechive.com)
Satu tahun di akhir pelatihan (pelatihan lanjutan), terdiri dari 130 jam terbang dengan menggunakan F-5. Latihan menyerang, navigasi, sirkuit, formasi, aerobatik, dan instrumen terbang, serta berpartisipasi dalam latihan perang. Fase ini memiliki tingkat gugur sepuluh persen. Total tingkat gugur siswa selama tiga fase di tahap kedua adalah 55 persen.

Lulusan akan menerima gelar dalam ilmu militer dan berstatus Deputy Company Pilot Officer. Lulusan dapat menjadi Company Grade Officers. Mereka yang gagal, diberi kesempatan untuk melatih di sekolah yang ditunjuk sebagai Ground Support Officers.

Angkatan Udara China juga telah menetapkan batas usia untuk pilot-pilotnya. Setelah pilot telah mencapai batas usia atau gagal memenuhi kualifikasi medis, terbangnya dihentikan. Salah satu masalah yang paling umum adalah bahwa Angkatan Udara China belum memiliki mekanisme untuk menyerap pilot yang dipensiunkan untuk bertugas di tugas non-terbang.

Batas usia yang ditetapkan adalah 43-45 tahun untuk pilot pesawat tempur (usia rata-rata saat ini adalah 28), 48-50 tahun untuk pilot bomber, 55 tahun untuk pilot pesawat transportasi, 47-50 tahun untuk pilot helikopter dan 48 tahun untuk pilot wanita. (FS