Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket

Sabtu, 30 April 2011

Asal Muasal Bahasa Manusia Terkuak


Sebuah studi yang baru-baru ini dirilis menguak misteri asal muasal bahasa yang digunakan manusia.Science Magazine edisi 15 April 2011 mengungkapkan, bahasa yang digunakan oleh manusia pertama kali muncul di selatan Afrika. Dari sanalah kemudian bahasa ini menyebar ke seluruh dunia.
Peneliti dari Universitas Auckland, Selandia Baru, Quentin Atkinson, melakukan studi dengan menelusuri rekam jejak bahasa dengan cara memecah 504 bahasa ke dalam komponen terkecilnya yang disebut sebagai fonem. Fonem berasal dari bahasa Latin, phonema, yang berarti suara yang diucapkan. Penelitian menunjukkan, semakin beragamnya fonem yang dimiliki oleh suatu bahasa menunjukan bahasa itu menjadi sumber dari bahasa-bahasa lain yang lebih sedikit memiliki fonem.
Penelitiannya sampai pada kesimpulan bahwa semakin jauh sekelompok manusia berkelana dari Afrika dalam rekam jejak sejarahnya, semakin sedikit fonem yang digunakan dalam bahasa mereka. Ini mengartikan bahwa sebagaimana diprediksikan dalam studi tersebut, bahasa-bahasa di Amerika Selatan dan Kepulauan Pasifik memiliki fonem paling sedikit, sedangkan bahasa-bahasa di Afrika memiliki fonem terbanyak.
Ternyata, pola ini juga memiliki kesamaan dengan studi terhadap genetik manusia. Sebagaimana dipaparkan sebagai peraturan umum, semakin jauh seseorang keluar dari Afrika, yang dianggap secara luas sebagai asal muasal nenek moyang manusia, semakin kecil perbedaan antara individu dalam populasi kelompok individu tersebut bila dibandingkan dengan keragaman di daerah asalnya, Afrika.
Studi Atkinson ini menggunakan metode statistik mutakhir yang sama untuk mengonstruksikan pohon genetik berdasarkan urutan DNA. Mengenai penggunaan metode statistik ini dalam mencari sumber bahasa manusia, seorang ahli bahasa, Brian D Joseph dari Universitas Ohio, mengatakan, sebagai sumber wawasan baru dalam studi di bidangnya.
"Saya rasa kita sudah seharusnya memerhatikan hal ini dengan seirus meskipun masih ada orang yang akan menolaknya," ujar Joseph.
Sebagai informasi tambahan, studi yang dilakukan Atkinson ini unik karena berusaha menemukan akar bahasa dari waktu yang sangat lampau. Tentang umur bahasa pun masih menjadi soal perdebatan karena di lain sisi ditemukan fakta sementara bahwa umur bahasa telah mencapai 50.000 tahun.Namun, di lain sisi beberapa ahli bahasa lain juga masih skeptis dengan fakta sementara itu. Mereka menemukan faktor lain yaitu "perkembangan dari kata-kata yang sangat cepat" sehingga kemungkinan umur bahasa sendiri tidak lebih dari 10.000 tahun lamanya.

Pernikahan Kerajaan "Live" Di YouTube



THE DAILY MAIL
Begini kira-kira penampilan William dan Kate di hari pernikahan, hasil rekaan para seniman.

 
 
Tembok kerajaan tidak membuat Pangeran William terkungkung konservatisme. Ia dan calon istrinya, Kate Middleton, merupakan anak zaman ini yang terbiasa dengan jejaring media sosial. Pasangan itu berkeras agar upacara pernikahan mereka pada 29 April ini di siarkan secara langsung di Youtube dan itu akan terlaksana. Keduanya ingin, acara pernikahan tersebut menjadi acara publik yang paling interaktif di dunia lewat peran media sosial.
Maka, selain Youtube, Istana St James juga akan menggunakan Twitter, Facebook dan flickr untuk menyampaikan perkembangan terbaru kepada publik tentang pernikahan itu dan kesempatan untuk memberikan umpan balik. Pangeran William dan Kate Middleton merupakan pengguna Facebook, Twitter dan YouTube. Keduanya berperan aktif dalam mengawasi rencana-rencana liputan online terhadap upacara pada tanggal 29 April itu.
Di internet, Google sudah mengembangkan sebuah live blog yang akan disinkronkan dengan rekaman gambar hidup, yang memungkinkan pemirsa mengklik link yang memberikan informasi tambahan pada saat-saat penting pada misa pernikahan ketika acara itu berlangsung. Seorang juru bicara Istana St James mengatakan, "Kami ingin orang-orang dapat berinteraksi dengan acara pernikahan itu saat mereka menontonnya. Pangeran William dan Catherine Middleton sama seperti orang lain pada usia mereka dalam hal media sosial. Mereka pengguna Facebook dan YouTube... dan niat mereka selalu bahwa pernikahan mereka harus dapat diakses oleh semua orang."
Apakah pasangan itu berniat untuk mengubah status hubungan mereka di Facebook setelah pernikahan, juru bicara mengatakan, "Tunggu dan lihat saja."
Liputan acara pernikahan itu di Royal Channel, yang ada YouTube, akan dimulai pada pukul 10.00 waktu setempat (17.00 WIB), satu jam sebelum upacara dimulai, dan berakhir pada pukul 14.00 (21.00 WIB), setelah pasangan itu muncul di balkon di Istana Buckingham. Live blog akan mencakup komentar tertulis oleh staf Clarence House dan Istana St James, serta link ke informasi tentang latar belakang dan foto-foto tambahan pasangan itu.
Juru bicara itu mengatakan, "Ini akan menjadi yang pertama kali sebuah live blog berbarengan denganlive streaming di YouTube. Contohnya, saat prosesi kereta melewati Clarence House, sebuah link akan muncul, yang memberikan informasi historis tentang Clarence House."
Sebuah video resmi "buku pernikahan/wedding book" telah diluncurkan di YouTube, Selasa, yang mengundang para pemberi ucapan untuk memposting pesan video mereka sendiri untuk pasangan tersebut. Sebuah aplikasi juga akan diluncurkan di Facebook Kerajaan yang memungkinkan para pengguna menjelaskan bagaimana mereka bersiap untuk acara tersebut dan bagaimana mereka merayakannya. Istana Buckingham telah meluncurkan sebuah halaman Facebook resmi pada November lalu. Sementara Clarence House mengumumkan pertunangan Pangeran William dan Middleton di Twitter pada bulan yang sama.

Tahun 2500 Bumi Tak Layak Huni



AP Photo/Channi Anand
Seorang anak pada 9 Maret lalu berjalan dengan membawa payung agar terlindung dari hujan di Jammu, India. Foto ini dibuat dalam rangka peringatan soal perubahan iklim yang telah mengacaukan pola iklim global.

Pemanasan global, selain menyebabkan perubahan iklim, juga menaikkan suhu bumi rata-rata 0,2 derajat celsius per 10 tahun atau 2 derajat celsius dalam 100 tahun. Kenaikan suhu sebesar itu menyebabkan kenaikan permukaan air laut setinggi 20 sentimeter. Demikian diungkap Kepala Pusat Studi Energi (PSE) UGM, Prof Dr Jumina, di kantor PSE UGM, Sekip Yogyakarta, Senin (11/4/2011).
Lebih lanjut, Jumina mengatakan, tanpa ada upaya serius dan sistematis untuk mengurangi emisi gas rumah kaca seperti karbon dioksida (CO2) ke atmosfer bumi, suhu rata-rata permukaan bumi yang pada tahun 2010 berada pada kisaran 14,6 derajat celsius akan naik menjadi sekitar 25 derajat celsius pada tahun 2500.
"Artinya, bumi tak akan lagi menjadi tempat hunian yang nyaman bagi manusia, hewan, maupun tumbuhan. Bahkan sangat mungkin manusia tak akan dapat bertahan hidup pada kondisi seperti itu," tutur Jumina.
Terjadinya peningkatan emisi CO2 secara terus-menerus itulah yang menyebabkan para pakar lingkungan merasa sangat prihatin. Usaha untuk mengurangi emisi CO2 pun dilakukan, antara lain melalui penandatanganan Protokol Kyoto pada 1999. Sayang, Amerika Serikat sebagai penyumbang emisi CO2 terbesar kedua di dunia hingga saat ini belum bersedia menandatangani protokol tersebut.
"Begitu pula China yang merupakan penghasil emisi CO2 terbesar di dunia," ungkapnya kemudian.
Data menunjukkan, sumbangan sektor energi terhadap emisi CO2 dan fenomena pemanasan global sangat besar. Dengan demikian, demi mengurangi tingkat emisi CO2 domestik dan menekan laju terjadinya pemanasan global, maka penerapan konsep energi bersih sangat diperlukan. "Energi bersih bisa diartikan sebagai energi ramah lingkungan, atau energi yang tidak menimbulkan pencemaran lingkungan," jelas Jumina.
Bila Indonesia dapat menerapkan konsep energi bersih, maka sistem energi yang dibangun bukan hanya menghasilkan ketahanan energi dalam arti terjadi keseimbangan antara kebutuhan dan pasokan energi nasional, tapi juga dapat mewujudkan terciptanya lingkungan yang sehat, nyaman, dan lestari. "Sehingga sistem energi yang diterapkan akan bervisi jauh ke depan tanpa harus merampas hak dasar generasi penerus," kata Jumina.
Kenyataan, pengembangan teknologi energi bersih dan ramah lingkungan di Indonesia belum memuaskan. Keterbatasan kemampuan SDM merupakan faktor utama. Untuk itu, PSE UGM bekerja sama dengan Sekolah Pascasarjana UGM menggelar seminar sehari "Pengembangan Sumberdaya Manusia Bidang Energi Bersih Menuju Ketahanan Energi Nasional", di gedung Pascasarjana UGM, Selasa (12/4/2011).
Seminar menampilkan beberapa narasumber, antara lain anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Dr Ir Tumiran MEng; Direktur Energi, Telekomunikasi, dan Informatika Bappenas Ir Jadhie J Ardajat MSi; Dirjen Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Dr Ing Evita Legowo; Direktur Energi Primer PLN Ir Nur Pamudji MEng; Kepala Badan Pengkajian Iklim dan Mutu Industri Kementerian Perindustrian Ir Arryanto Sagala; serta Dirjen Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Ir Luluk Sumiarso MSc.