Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket

Selasa, 01 Mei 2012

Ternyata Rumput Bisa Menghasilkan Listrik


Buat kalian semua yang suka nginjek rumput, mending jangan dilakuin lagi deh... Kenapa? Soalnya gitu gitu rumput bisa menghasilkan listrik lho!
listrik1
Teknologi hijau atau green technology sepertinya menjadi trend dunia akhir-akhir ini. Demikian pula dalam pembuatan komputer. Ide-ide membuat komputer hemat energi dan membuat energi alternatif untuk komputer semakin digencarkan. Laptop hemat energi, laptop kecil seperti EEE PC milik asus atau Anoa milik Zyrek merupakan upaya penghematan energy juga. 
listrik2
Nah, kali ini ada inovasi keren dari Lawn PC. Mereka membuat rumput (yups,, rumput yang saya maksud adalah rumput buatan) yang mampu menghasilkan listrik. Setiap lembar “daun” rumput ini mampu menghasilkan energi 60 watt perjam. Energi ini disalurkan ke bagian bawahnya yang merupakan pengumpul energi. Pembangkit listrik tenaga rumput ini tidak membutuhkan kipas pendingin, cukup pastikan daunnya terkena sinar matahari dan mendapatkan udara segar, maka tak perlu khawatir pembangkit ini menjadi terlalu panas. 
listrik3
Rumput-rumput tersebut terbuat dari sistem panel surya yang dapat didaur ulang (biodegradeble). Rumput-rumput ini juga dapat dilepaskan untuk digunakan pada alat-alat listrik yang lain. Pada gambar dibawah, bagian bawah yang berwarna putih adalah PCnya. Rencananya, pembangkit listrik ini juga akan diintegrasikan dengan transmisi daya nirkabel yang semakin memberikan efisiensi (gak perlu ada kabel mbulet, dsb).

Lihat saja daunnya yang merupakan panel suryanya. Keren bukan? makanya, mulai saat ini anda dilarang menginjak rumput. Apalagi rumput yang menghasilkan energi alternatif dan hijau seperti ini.


7 Bahaya Kebanyakan Makan Junk Food

i20love20junk20food
Kesibukan aktivitas kerja kita membuat masak sendiri dirumah terbengkelai. Kadang-kadang, kita memang tak bisa menolak godaan untuk menikmati gurihnya kentang goreng atau burger dengan lelehan keju dan mayones. Aromanya saja sudah membuat air liur Anda menetes. Maka, sesekali menikmati junk food sih tak masalah. Yang jadi masalah jika Anda menjadikan "makanan sampah" ini sebagai makanan sehari-hari.
Menurut Jim White, RD, pemilik Jim White Fitness and Nutrition Studios di Virginia Beach, VA, makanan seperti karbohidrat dari tepung pati, cookies dalam kemasan, keripik kentang, minuman bersoda yang manis, serta burger dan kentang goreng, tidak hanya menambah lapisan lemak di dalam tubuh. Jenis makanan ini juga dapat menimbulkan gangguan fisik yang membuat Anda merasa tidak nyaman. Terlalu banyak mengonsumsi junk foodpaling tidak akan menghasilkan efek samping sebagai berikut:

1. Keriput sebelum waktunya. Efek buruk junk food ternyata tak cuma pada berat badan, tetapi juga pada wajah. Gula, lemak trans (yang biasanya digunakan untuk memperpanjang masa berlaku beberapa makanan kemasan), dan tepung, bisa menyebabkan insulin melonjak naik dan memicu peradangan. Reaksi kimia yang terjadi ketika molekul gula menyerang protein atau lemak jenuh ini mempercepat proses penuaan, dengan cara menonaktifkan antioksidan di dalam tubuh. Anda pun menjadi rentan terhadap kerusakan kulit akibat paparan sinar matahari, dan membuat wajah lebih cepat keriput.

2. Sembelit. Roti tawar, nasi, dan produk-produk lain yang berbahan dasar tepung pati, dapat menyebabkan sembelit karena kandungan seratnya yang rendah. Padahal, serat berfungsi menggerakkan segala sesuatu melalui tubuh. Jika Anda mengalami dehidrasi, kondisi sembelit akan semakin parah. Jangan tanya akibatnya jika Anda mengimbangi makanan ini dengan minuman seperti soda.

3. Mulas. Konsumsi junk food yang terlalu banyak bisa memicu gangguan asam lambung. Makanan yang tinggi kadar lemak jenuhnya butuh waktu lebih lama untuk dicerna. Ketika burger atau kentang goreng yang Anda nikmati semalam sebelum dicerna sepenuhnya pada pagi hari, kelebihan asam lambung bisa terdorong naik ke kerongkongan ketika tiba waktu makan selanjutnya. Anda pun jadi merasa mual dan mulas. 

4. Memperparah gejala PMS. Makanan saja sebenarnya tidak menyebabkan munculnya gejala premenstrual syndrome atau PMS. Ada sumber-sumber lain yang membuatnya lebih parah. Misalnya, gula dan pati, yang menyebabkan insulin naik dan turun dengan cepat. Hal ini akan memengaruhi senyawa kimia dalam otak dan bisa memperburuk mood swing yang Anda alami. Begitu pula dengan minuman. Kopi di gerai kopi yang diberi tambahan aneka pemanis akan memberikan efek paling parah ketika hormon-hormon Anda bergolak akibat efek dari kombinasi gula dan kafein.

5. Pusing. Anda pernah mengalami sakit kepala setelah berturut-turut mengonsumsi makanan yang serba gurih dan berlemak? Rasa sakit ini dipicu oleh tyramine, bahan kimia yang terbentuk dalam pemecahan protein tertentu pada pewarna makanan dan nitrat (seperti yang terdapat pada hot dogs dan daging olahan lain). Para ahli mengatakan bahan-bahan ini meningkatkan aliran darah ke otak, menyebabkan perubahan pembuluh darah yang menimbulkan rasa sakit. Oleh sebab itu, sebaiknya Anda lebih cermat mengamati jajanan Anda. Jauhi makanan yang memiliki warna yang tidak alami.

6. Bad mood. Berbagai studi menunjukkan bahwa orang yang banyak mengonsumsi junk food cenderung akan mengalami depresi. Paling tidak, ketika Anda mengudap makanan yang kurang sehat, Anda akan merasa kacau. Ketika Anda merasa tubuh kurang nyaman, mood Anda pun akan terganggu dan ikut menjadi kacau.

7. Kembung. Berbagai makanan olahan yang digunakan pada junk food mengandung kadar sodium yang tinggi. Sodium sendiri merupakan penyebab utama perut kembung. Hal ini disebabkan karena sodium mengatur jumlah darah dalam pembuluh darah, dan sifatnya mengikat air. Asupan sodium yang tinggi akan menarik air dari sel-sel Anda, menyebabkan tubuh menahan lebih banyak cairan sebagai kompensasinya. Minuman soda diet akan membuat kondisi Anda semakin parah, karena gelembung (yang mengandung udara) dan pemanis buatan (yang menyebabkan gas) sama-sama memicu kembung.

7 Cara Berpakaian yang Membahayakan Kesehatan


jeans%C2%A9Flickr,%20Susan%20NYC
Banyak orang rela melakukan apa saja demi penampilan sempurna yang gaya, termasuk menghiraukan bahaya kesehatan. Seperti yang dikutip dari Wall Street Journal, ada beberapa pemakaian fashion item yang
bisa merusak kesehatan. Apa saja?
1. Jeans Ketat
 Celana jeans terlalu ketat dapat menekan syaraf dan mengganggu pencernaan. Octavio Bessa, internis dari Stamford, Amerika menuturkan, celana ketat dapat membuat perut tidak nyaman, mulas dan kembung.
Selain itu, keterbatasan sirkulasi udara ke daerah pangkal paha dapat menyebabkan infeksi serta gatal pada area miss V.
2. Korset Pelangsing
 Korset pelangsing biasanya digunakan ketika Anda mengenakan gaun yang memamerkan lekuk tubuh. Namun memakai korset pelangsing terlalu lama dan ketat dapat menyebabkan penekanan syaraf, gangguan pencernaa serta berkurangnya asupan oksigen yang bisa menyebabkan sakit kepala ringan.
3. Kemeja & Dasi
Menurut penelitian di Cornell University, terdapat 67% pria yang membeli kemeja dengan ukuran kerah lebih kecil daripada leher mereka. Kerah kemeja dan dasi yang ketat dapat mengurangi sirkulasi udara ke
otak serta meningkatkan tekanan intraokular, tekanan cairan di dalam mata yang bisa menyebabkan glaukoma (faktor kebutaan).
4. Bra 
Pakar lingerie menjelaskan bahwa 75% wanita mengenakan ukuran bra yang salah. Ukuran yang terlalu besar tidak bisa mendukung bentuk payudara dan dapat menyebabkan rasa sakit serta tegang pada punggung dan dada.
5. Celana Dalam Pria (Boxer)
Pakaian dalam yang terlalu ketat pada pria bisa mempengaruhi kesuburan. Celana yang ketat akan meningkatkan suhu pada testis sehingga mengakibatkan berkurangnya produksi sperma.
6. High Heels
Banyak bahaya kesehatan yang bisa ditimbulkan oleh penggunaan sepatu bertumit tinggi. Menurut pakar, high heels bisa sebabkan bunion, sakit pergelangan kaki, ‘pump bumps’ (tonjolan di belakang tumit), Morton Neuroma (cidera saraf kaki) dan Freiberg (matinya beberapa tulang kaki karena kurang sirkulasi).
7. Flat atau Sepatu Hak Datar
Flat juga bisa menyebabkan masalah kesehatan, terutama jika terlalu tipis dan memiliki sol yang tidak mendukung bentuk kaki. Sepatu tanpa bentuk yang sesuai dengan kaki dapat menyebabkan plantar fascitis, peradangan jaringan yang berada pada bagian bawah kaki.